Menu

Monday, January 8, 2018

Perkembangan K3

Perkembangan K3

Masalah keselamatan kerja telah dikenal sejak berabad yang lalu sejalan dengan perkembangan industri. Namun secara spesifik, baru dimulai sekitar tahun 1800-an bersamaan dengan revolusi industri di Inggris yang ditandai dengan ditemukannya mesin uap yang membawa  perubahan mendasar dalam proses produksi.

Perubahan ini menimbulkan dampak luas khususnya hubungan antar manusia ditempat kerja. Manusia berubah menjadi sekadar alat produksi sebagaimana dengan mesin dan alat kerja lainnya yangdengan mudah diganti dengan yangbaru. Karena itu keselamatannya kuran mendapat perhatian sehingga terjadi banyak kecelakaan kerja.



Kondisi perubahan yang buruk dan angka kecelakaan yang tinggi telahmendorongberbagai kalangan untuk berupaya meningkatkan perlindungan bagi tenaga kerja. salah satu diantaranya perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja. Manusia bukan sekedar alat produksi tetapi merupakan aset perusahaan yang sangat berharga sehingga harus dilindungi keselamatannya. Sebagai akibatnya, perhatian terhadap keselamatan dan kesehatan kerja mulai meningkat dan ditangai sebagai bagian penting dalam proses produksi.

Info Trainig OHSAS, SMK 3

KLIK DISINI

Selanjutnya, aspek keselamatan kerja terus berkembang. Pada tahun 1949, perhatian masyarakat terhadap K3 semakin meningkat tidak hanya masalah kecelakaan kerja tetapi juga kesehatan di tempat kerja. Banyak ditemukan penyakit yang menimpa pekerja berkaitan dengan pekerjaan dan kondisi tempat kerja yang tidak aman. Diketahui bahwa kondisi lingkungan kerja dapat menimbulkan bahaya terhadap pekerja seperti kebisingan, suhu, cuaca kerja dan sebagainya. Program mengenai pencegahan penyakit akibat kerja mulai dikembangkan dan menjadi bagian dariProgram K3


berbagai upaya tersebut ternyata belum menemkan angka kecelakaan sevara signifikan. Para ahli K3 melihat bahwa aspek K3 tidak bisa dikelola secara insidental, tetapi harus terperogram dengan baik. pada tahun 1950-an, berkembang konsep Safety Management , yang dimotori oleh ahli Keselamatan kerja seperti Dan Patersen, Frank  Bird dan James Tye yang mengemukakan bahwa Keselamatan dan Kesehatan kerja harus dikelola dengan menerapkan Konsep Manajemen Modern. Aspek Keselamatan da Kesehatan Kerja merupakan bagian Integral dari sistem manajemen dalam organisasi, Sejak itu berkembang berbagai konsep mengenai Sistem Manajemen K3.
Perkembangan Konsep Sistem Manajemen K3 tersebut, mendorong timbulnya kebutuhan untuk menetapkan suatu Standar Sistem Manajemen K3 yan dapat digunakan sebagai acuan bersama yang kemudian melahirkan OHSAS 18001.

Sumber : 
Buku : 
Sistem Manajemen Keselamatan dan KesehatanKerja OHSAS 18001 (2010)
Penulis: 
Soehatman Ramli


Share This

Previous Post
Next Post
Unknown

Written by

Related Posts

0 comments:

close