Menu

Wednesday, May 30, 2018

Dokumentasi Sistem Manajemen K3
Unknown

Dokumentasi Sistem Manajemen K3


Persyaratab OHSAS 18001


 Dokumentasi
Organisasi harus menetapkan dan memelihara informasi dengan media yang sesuai, baik dalam bentuk kertas maupun elektronik, dan:
a. Menjelaskan elemen inti dari Sistem Manajemen dan Interaksinya.
b. Menyediakan petunjuk pada Dokumen yang terkait

Catatan: Penting untuk memelihara Dokumentasi sesuai Persyaratan minimum agar efektif dan efisien.


Persyaratan Permenaker 05/MEN/1996

Pendokumentasian
Pendokumentasian merupakan unsur utama dari setiap sistem manajemen dan harus dibuat sesuai ekbutuhan perusahaan.. Proses dan prosedur kegiatan perusahaanharus ditentukan dan didokumentasikan serta di perbaharui apabila diperlukan. Perusahaan harus jelas menentukan jenis dokumen dan pengendaliannya yang efektif.

Penokuemntasian Sistem Manajemen K3 mendukung kesadaran tenaga kerja dalam rangka mencapai tujuan dan evaluasi terhadap sistem dan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja. Bobot dan mutu pendokumentasian ditentukan oleh Kompleksitas kegiatan perusahaan. Apabila unsur SIstem Manajemen K3 terintegrasi dengan Sistem Manajemen Perusahaan secara emnyuluruh, maka pendokumentasian SIstem Manajemen k3 harus diintegrasikan dalam keseluruhan dokumentasi yang ada. 

Perusahaan harus mengatur dan memelihra kumpulan ringkasan pendokumentasian untuk:
a. Menyatukan secara sistematik kebijakan, tujuan dan sasaran keselamatan dan kesehatan kerja
b. mengraikan sarana pencapaian tujuan dan saaran keselamatan dan kesehatan kerja.
c. Mendokumentasikan peranan, tanggungjawab dan prosedur. 
d. Memberikan arahan mengenai dokumen yang terkait dan menguraikan unsur - unsur lain dari Sistem Manajemen Perusahaan
e. Menunjukan bahwa unsur - unsur Sistem Manajemen K3 yang sesuai untuk perusahaan  telah diterapkan. 


Bersambung........

Sumber:
SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA/Rudi Suardi,
Continue reading →

Tuesday, May 29, 2018

Interpretasi Klausal - Part II
Unknown

Interpretasi Klausal - Part II



Terdokumentasi, diterapkan dan dipelihara

Rencana dan adan persiapan yang tepat adalah kunci sukses  penerapan, terkadang kebijakan dan sasaran yang di tetapkan tidak realistik karena tidak tepat dan sumber daya yang tidak sesuai untuk mencapainya. Karena itu disarankan sebelum membuat kebijakan, organisasi harus memastikan keuangan, kemampuan dan sumber daya  yang sesuai, serta semua sasaran yang ditetapkan secara masuk akal bisa tercapai yang dapat dilihat dalam kerangka kerjanya.

Bentuk dokumentasi dari kebijakan K3 biasanya dalam bentuk poster, pamflet ataupun id card. bagi perusahaan yang sudah menerapkan internet dapat menjadikan screen saver sebagai media dokumentasi kebijakan K3 ny, Kebijakan K3 ini secara periodik harus ditinjau, diamandemen atau direvisi jika dibutuhkan.  Biasanya perubaha kebijakan K3 dilakukan sekali dalam setahun atau dalam tinjauan manajemen.

Didokumentasikan kepada seluruh personel

Kesuksesan Sistem Manajemen K3 sangat dipengaruhi dari keterkibatan dan komitmen personelnya. Untuk itu sebuah organisasi  perlu memastikan karyawannya peduli terhadap kualtas lingkungan kerjanya dan akibat yang ditimbulkan. karena itu persyaratan ini mempersyaratkan organisasi harus mengkomunikasikan pada semua level, Kesalahan besar yang sering terjadi adalah para personel hanya menghafal kebijakan K3 tersebut. padahal yang terpenting bagi OHSAS 18001 adalah kebijakan K3 yang ditetapkan tersebut dapat dipahami oleh semua level personel sehingga mereka dapat memiliki kerangka kerja K3 yang sesuai denga jenis pekerjaannya. Agar dapat dipahami oleh  seluruh tingkat personel aspek bahasa perlu diperhatikan. Perusahaan mutinasional biasanya membuat kebijakan K3 nya dalam bahasa Inggris yag kemudian diterjemahkan dalam bahasa Indonesia agar bisa dimengerti oleh tingkat bawah seperti Operator.


Tersedia bagi pihak terkait.

Pihak manapun yang terpegaruh oleh Kinerja K3 Organisasi harus dipastikan mengetahui tetang keberadaan kebijakan k3m biasanya degan membuat dalam betuk pigura yang ditempelkan di ruang tunggu atau brosur pemasaran.


Ditinjau secara periodik untuk memastikan bahwa kebijakan K3 masih relevan dan sesuai dengan organisasi.


perubahan peraturan, harapan sosail yang meningkat, daln perubahan organisasi seringkali terjadi, knsekuensinya kebijakan k3 dan Sistem manajemen k3 harus ditinjau secara periodik untuk memastikan kesesuaiannya dan keefektifannya, hasil perubahannya harus juga dikomunikasikan kepada pihak terkait.

Dalam sebuah kebijakan k3 yang baik, manajemen puncak dapat mempertimbangkan hal - hal berikut:

  • Aspek bahaya yang terjadi
  • Persyaratan perundang - undangan 
  • Sejarah dan Kinerja K3 Organisasi
  • Kebutuhan Pihak terkait
  • Peluang dan kebutuhan perbaikan berkelanjutan
  • Sumber daya yang diperlukan
  • Kontribusi karyawan, rekaman pihak luar lainnya.



Sumber:
SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA/Rudi Suardi,
Continue reading →

Wednesday, May 23, 2018

Interpretasi Klausal
Unknown

Interpretasi Klausal



Sama halnya dengan Sistem manajemen Mutu ISO 9001, dalam OHSAS 18001 harus ada kebijakan K3. Kebijakan k3 ini sebagai arahan dan prinsif dasar dalam segala aktivitas di organisasi. Kebijakan K3 harus dibuat dan disahkan oleh Manajemen Puncak. Kebijakan K3 yang disusun harus Konsisten dengan Kebijakan Bisnis Organisasi, dan bagi Perusahaan yang sudah menerapkan ISo 9001 atau ISo 14001 dapat mengintegrasikannya kedalam standar tersebut, dengan cara melakukan perbaikan dan penambahan poin poin yang sesuai.

Sesuai dengan persyaratan standar, Kebijakan K3 harus memenuhi beberapa aspek, antara lain:

  • harus sesuai dengan sifat dan skala risiko K3

Analisa bahaya, penilaian dan pengendalian risiko merupakan dasar dari penerapan Sistem Manajemen K3, karena itu perlu direfleksikan dalam Kebijakan K3. Berbeda dengan Visi ataupun Misi, maka sebuah kebijakan K3 haruslah realistik

  • Mencakup Komitmen Perbaikan Berkelanjutan

Harapan sosial adalah meningkatkan tekanan pada organisasi untuk mengurangi risiko penyakit akibat kerja, kecelakaan, dan insiden di tempat kerja. Dalam memenuhi persyaratan perundangan, organisasi harus melakukan perbaikan terhadap kinerja K3-nya,


  • Mencakup Komitmen untuk memenuhi Persyaratan Perundangan dan Persyaratan lainnya.

Organisasi dipersyaratkan untuk memenuhi persyaratan perundangan dan peraturan lainnya yang terkait. Persyaratan - persyaratan UU atau peraturan pemerintah yang terkait harus diidentifikasi, persyaratan lain maksudnya adalah kebijakan perusahaan Induk, standar Internal Organisasi dan Spesifikasi.

Sumber:
SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA/Rudi Suardi,
Continue reading →

Monday, May 21, 2018

Kaji  Awal Sistem Manajemen K3 part II
Unknown

Kaji Awal Sistem Manajemen K3 part II


Dalam melakukan kaji awal Sistem Manajemen K3, sebaiknya mencakup hal - hal sebagai berikut:


  • Salinan dari Satndar Sistem Manajemen K3 yang akan diadopsi


Salinan atau Copy Standar perlu dimiliki oleh sebuah Perusahaan dalam melakukan kaji awal, agar semua personel yang terlibat dalam kaji awal ini dapat mempelajari dan memahami persyaratan tersebut. Persyaratan - persyaratan tersebut dapat disusun dalam bentuk daftar periksa (Check List). 

  • Peraturan - peraturan yang terkait dengan organisasi

Salah satu sifat dari Sistem Manajemen K3 adalah  mengharuskan kepatuhan pada peraturan - peraturan dan undang - undang. Maka sebuah organisasi sebaiknya memiliki daftar peraturan - peraturan yang terkait dengan proses dan aktivitas - aktivitasnya.

  • Daftar pengaruh - pengaruh besar operasi terhadap K3


Perlu dipertimbangkan juga aktivitas  aktivitas yang berdampak besar K3. Semua dampak yangterjadi, sebarapa kecil pun, sebaiknya diidentifikasi. Dampak yang diidentifikasi sebaiknya terkait juga dengan operasi, raw material, pemasok, produk atau jasa yang akan dihasilkan

  • Pengendali K3 yang ada sekarang

Daftar pengendalian terhadap bahaya dan risiko harus juga diidentifikasi termasuk juga keefektifan, kelengkapan, kalau perlu sejauh mana dukungan manajemen puncak terwujud di setiap aktivitas - aktivitasnya. Selain itu perlu juga diidentifikasi keberadaan dan kebutuhan prosedur di tempat kerja.

  • Kegiatan - Kegiatan yang perlu ditambahkan


Sebuah kaji awal yang efektif akan dapat mengidentifikasi tambahan - tambahan kegiatan yang dibutuhkan terhadap aspek K3. Kegiatan - kegiatan tambahan ini nantinya dapat diusulkan ke manajemen ouncak untuk disahkan atau ditetapkan sebagai bentuk perbaikan berlanjut.

  • Perkiraan biaya

Estimasi biaya merupakan hal yang penting, karena bagaimanapun  penerapan Sistem Manajemen k3 bukanlah suatu yang murah, apalagi jika kita menggunakan jasa konsultan dalam menerapkan sistem. Sebagai informasi, biaya yang dibutuhkan untuk jasa konsultan saat ini minimum 50  juta rupiah, dan biaya badan sertifikasi minimum 35 juta rupiah. Angka ini bervariasi tergantug dari besar kecilnya organisasi anda. Nilai ini belum termasuk biaya perbaikan  - perbaikan yang dilakukan.

Sumber:
SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA/Rudi Suardi,




Continue reading →
Kaji  Awal Sistem Manajemen K3
Unknown

Kaji Awal Sistem Manajemen K3



Persyaratan Permenaker 05/MEN/1996

1.2 Tinjauan awal keselamatan dan kesehatan kerja (Initial Review)
Peninjauan awal kondisi keselamatan dan kesehatan kerja perusahaan saat ini dilakukan dengan :


  • Identifikasi kondisi yang ada dibandingkan dengan ketentuan pedoman ini
  • Identifikasi sumber bahaya yang berkaitan dengan kegiatan perusahaan
  • Penilaian tingkat pengetahuan, pemenuhan peraturan perunadangan dan standar k3
  • Membandingkan penerapan k3 dengan perusahaan dan Sektor lain yang lebih baik
  • Meninjau sebab dan akibat kejadian yang  membahayakan, kompensasi dan gangguan serta hasil penilaian sebelumnya yang berkaitan dengan K3
  • Menilai efisiensi dan efektivitas sumber daya  yang disediakan
Hasil peninjauan awal  keselamatan dan kesehatan kerja merupakan bahan masukan dalam perencanaan dan pengembangan Sistem Manajemen K3,


Setelah kita menetapkan ruang lingkup dan melakukan pemetaan proses - proses, langkah selanjutnya yang kita lakukan adalah melakukan Diagnic Assessment (Kaji Awal ) . Tujuannya dilakukan Kaji Awal ini adalah:

  • Untuk mengetahui adanya kesenjangan (gap) antara kondisi aktual dalam organisasi dengan persyaratan standar.
  • menentukan sumber daya yang dibutuhkan agar penerapan Sistem Manajemen K3 berjalan efektif. Sumber daya yang direncanakan disini adalah : Waktu, Biaya, Material, Pelatihan, dan Manusia.
Untuk melakukan Kaji Awal terhadap Sistem Manajemen K3 ini, yang harus kita perhatikan adalah Satandar  yang dijadikan rujukan, apaakah kita akan menggunakan OHSAS 18001 atau Permenaker 05/MEN/1996.
Kaji Awal Sistem Manajemen K3, memang tidak dipersyaratkan dalam OHSAS 18001, tapi dalam Permenaker 05/MEN/1996 menjadi keharusan. Kaji Awal ini dapat dilakukan sendiri ata dengan menggunakan Jasa Konsultan. Jika organisasi melakukan sendiri mesti disiapkan adalah apakah personel yang melakukankaji awal tersebut memiliki kompetensi yang sesuai. Kompetensi yang dibutuhkan misalnya: Pemahaman terhadap persyaratan Standar yang dijadikan referensi.

Bersambung............

Sumber:
SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA/Rudi Suardi,
Continue reading →

Tuesday, May 15, 2018

Persyaratan OHSAS 18001
Unknown

Persyaratan OHSAS 18001


Persyaratan Umum
Organisasi harus menetapkan dan memelihara Sistem Manajemen K3, dan persyaratan-persyaratannya ditetapkan dalam klausal 4.

Persyaratan Permenaker 05/Men/1996
Kepemimpinan dan komitmen
Pengurus harus menunjukan kepemimpinan dan komitmen terhadap keselamatan dan eksehatan kerja dengan menyediakan sumber daya yang memadai. Pengusaha dan pengurus perusahaan harus menunjukan komitmen terhadap keselamatan dan kesehatan kerja yang diwujudkan dalam:
a. Menempatkan organisasi keselamatan dan kesehatan kerja pada posisi yang dapat menentukan keputusan perusahaan.
b. Menyediakan anggaran, tenaga kerja yang berkualitas dan sarana - sarana lain yang diperlukan dibidang keselamatan dan kesehatan ekrja.
c. Menetapkan Personel yang mempunyai tanggung jawab, wewenang dan kewajiban yang jelas dalam penanganan keselamatan dan kesehtan kerja.
d. Perencanaan keselamatan dan kesehatan kerja yang terdokumentasi
e. Melakukan penilaian kinerja dan tindak lanjut pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja.

Komitmen dan kebijakan tersebut pada butir a sampai dengan e diadakan peinjauan ulang secara teratur. Setiap tingkat pemimpin dalam perusahaan harus menunjukan komitmen terhadap keselatan dan kesehatan kerja sehinggapenerapan Sistem Manajemn K3 berhasil diterapkan dan dikembangkan. Setiap tenaga kerja dan orang lain beraa di tempat kerja harus berperan serta dalam menjaga dan mengendalikan pelaksanaan K3.

Sumber:

 SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA/Rudi Suardi,
Continue reading →
Persyaratan OHSAS 18001 part II
Unknown

Persyaratan OHSAS 18001 part II


Organisasi harus menetapkan sebuah Sistem dan kemudian menerapkannya, dan itu semua harus memenuhi seua persyaratan - persyaratan OHSAS 18001:1996 atau Permenaker 05/Men/1996

Dalam menerapkan Standar Sistem Manajemen K3, organisasi dapat menentukan sendiri lingkup penerapannya, termasuk dari bagian / unit kecil dari organisasi itu sendiri. Jika organisasi hanya menjadikan unit/bagian organisasi tersebut sebaagi lingkup penerapan standar Sistem Manajemen K3, maka panduan atau prosedur yang dibuat oleh bagian/unit lain di perusahaan tersebut dapat digunakan sebagai pemenuhan klasusal - klausal Standar Sistem Manajemen K3. Sebagai contoh, Perusahaan INA yang bergerak dibidang properti hanya menjadikan bagian pemasaran saja sebagailingkup penerapan Standar Sistem Manajemen K3. Maka untuk memenuhi semua persyaratan - persyaratan standar, perusahaan tersebut dapat menggunakan prosedur pelatihan yang dibuat oleh bagian HRD sebagai acuannya. Jadi bagian pemasaran tidak perlu membuat lagi prosedur pelatihan. Membangun dokumentasi dan sumber daya diperlukantergantung pada jenis dan ukuran organisasi. Jadi jumlah dokumentasi dan sumber daya yang ditetapkan dari setiap organisasi berbeda.
Yang harus diperhatikan dalam menerapkan Standar Sistem Manajemen K3, organisasi harus menjelaskan batas- batas dan cakupan sistem manajemennya.

Proses dalam lingkup penerapan Sistem Manajemen K3 harus diidentifikasi. Proses identifikasi inibiasanya berupa proses besar (masih dalam tahap global), dimana proses - prose ini tidak memperhatikan personel yang melaksanakan proses yang berbeda. Pemetaan proses ini disamping berguna untuk melakukan kaji awal nantinya sebagai acuan pembuatan dokumentasi yang dibutuhkan organisasi.

Langkah - langkah melakukan pemetaan Proses:
1.  Buatlah daftar proses - proses terasuk ruang lingkup.
2. Tentukan prose apa saja yang saling terkait dan berpengaruh langsung pada pelanggan. Proses ini nanti dikelompokan dalam proses Realisasi/Inti.
3. Tentukan proses - proses yang berfungsi untuk membantu kelancaran proses realisasi. Proses ini disebut Proses pendukung
 4. Tambahkan proses - proses seperti: Pengendali Dokumen dan Rekaman, audit internal, tujuan manajamen, tindakan perbaikan dan pencegahan.
Proses - proses ini biasanya tidak terdapat dalam organisasi yang belum menerapkan sistem manajemen manapun, proses - proses ini kita namakan Proses Pengendali Sistem
5. Buatlah bagan - bagan yang saling terkait berdasarkan kelompok  proses tersebut. Hasil inilah yang kita namakan Pemetaan Proses (Mapping Process)


Sumber:
SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA/Rudi Suardi,
Continue reading →

Friday, May 11, 2018

Persyaratan Permenaker 05/MEN/1996
Unknown

Persyaratan Permenaker 05/MEN/1996



3.2.1 Integrasi

Perusahaan dapat mengintegrasikan Sistem Manajemen K3 kedalam sistem manajemen Perusahaan yang ada. Dalam Integrasi tersebut terdapat pertentangan dengan tujuan dan prioritas  perusahaan, maka:
a. Tujuan dan Prioritas Sistem Manajemen K3 harus diutamakan
b. Penyatuan Sistem Manajemen K3 dengan sistem manajemen perusahaan dilakukan secara selaras dan seimbang.


Penetapan Tujuan dan Ruang Lingkup 

Ada sebuah pepatah kuno yang menarik untuk diresapi, pepatah itu berbunyi:
"Jika Anda berjalan tanpa tujuan, maka jalan manapun yang Anda lalui tidak akan pernah menyesatkan Anda".

Organisasi dalam menerapkan Sistem Manajemen K3-nya  memiliki tujuan yang bermacam - macam, seperti mendapatkan Sertifikasi, meningkatkan pangsa pasar atau memperbaiki masalah K3. Sangat disayangkan jika tujuan  penerapan Sistem Manajemen k3 hanya sebatas pencapaian sertifikat atau 'bendera emas' yang menjadi sarana gagah gagahan tanpa memberikan manfaat nyata bagi kinerja K3 di Perusahaan. Bentuk tujuannya pun akan mempengaruhi bentuk komitmen manajemen, dan ini semua langsung akan mempengaruhi keterlibatan karyawan secara penuh.


Hasil penerapan sistem manajemen yang sejenis pun (Sistem Manajemen Mutu atau lingkungan) ikut mempengaruhi komitmen penerapan Sistem Manajemen K3. Di banyak kasus, SIstem Manajemen K3 baru diterapkan setelah Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 atau Sistem Manajemen Lingkungan  ISO 14001 diterapkan. Akibatnya kegagalan dari penerapan Sistem Manajemen Mutu/Lingkungan  sedikit banyak akan mempenagruhi gairah sebuah perusahaan dalam menerapkan Sistem Manajemen K3.

Penetapan tujuan Penerapan Sistem Manajemen K3 harus dinyatakan jelas oleh Manajemen Puncak. Mereka dapat membuat selebaran - selebaran surat edaran atau spanduk yang nantinya disosialisasikan pada segenap personel di perusahaan. Disamping tujuan penerapan Sistem Manajemen K3, surat edaran ini juga menyatakan ruang lingkup penerapam Sistem Manajeemn K3.

Sumber:

 SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA/Rudi Suardi, 
Continue reading →

Wednesday, May 2, 2018

komitmen Penerapan Sistem manajemen K3
Unknown

komitmen Penerapan Sistem manajemen K3



Menerapkan Sistem Manajemen K3 bukanlah suatu hal yang  mudah dilakukan, banyak persiapan yang harus dilakukan. Tujuan organisasi dalam menerapkan sistem manajemen ini pun berbeda, hal ini tak terlepas dari komitmen manajemen organisasi yang bersangkutan.

Komponen - komponen yang ada dalam sebuah organisasi pun ikut terlibat dalam membantu kesuksesan penerapan sistem ini. Walau Sistem Manajemen K3 seperti Permenaker 05/Men/1996 dan OHSAS 18001;1999 tidak secara nyata menjelaskan tentang persyaraan finansial, akan tetapi tanpa adanya sumber dana yang cukup, sebuah perusahaan akan kesulitan menerapkan sistem manajemen K3-nya. Karena itu mustahil kita sukses menerapkan sistem manajemen K3 tanpa adanya perencanaan keuangan yang cukup.

Bagi perusahaan yang telah menerapkan sistem manajemen mutu, ISO 9001:2000 atau sistem manajemen lingkungan, ISO 14001:2996, tidaklah mengalami kesulitan jika menerapkan Sistem manajemen K3. Karena, di beberapa elemen kita akan menemukan kesesuaiannya, jadi kita tinggal demikian sumber daya baik berupa keuangan dokumentasi yang diperlukan dapat lebih dihemat dibandingkan jika kita melakukan penerapan secara terpisah atau sendiri - sendiri

Sistem manajemen K3 baik OHSAS 18001 ataupun Permenaker 05/Men/1996 menyediakan suatu pendekatan yang komprehensif untuk menerapkan Sistem Manajemen k3. Proses penerapan Sistem Manajemen K3 harus dimulai dari Manajemen puncak dalam perusahaan. Sebagai tahap pertama adalah mempersiapkan sendiri untuk memenuhi persyaratan Sistem Manajemen K3 yang dipilih.



Sumber:

 SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA/Rudi Suardi, 

Continue reading →

Tuesday, April 24, 2018

Langkah - Langkah Penerapan Sistem Manajemen K3 - Part X
Unknown

Langkah - Langkah Penerapan Sistem Manajemen K3 - Part X

Langkah 8. Pengembangan Sistem Manajemen K3


Beberapa kegiatan yang perlu dilakukan dalam tahap pengembangan Sistem Manajemen K3 antara lain mencakup dokumnetasi, pembagian kelompok, penyusunan bagan alir, penulisan manual Sistem Manajemen k3, Prosedur dan Instruksi kerja.



Langkah 9. Penerapan Sistem


Setelah semua dokumen selesai dibuat, maka setiap anggota kelompok kerja kembali  ke maing - masing untuk menerapkan Sistem yang telah ditulis. Adapun cara  penerapannya adalah:


  • Anggota kelompok kerja mengumpulkan seluruh Staffnya dan menjelaskan mengenai Isi Dokumen tersebut. Kesempatan ini dapat juga digunakan untuk mendapatkan masukan - masukan dari lapangan yang bersifat Teknis Operasional
  • Anggota kelompok Kerja bersama - sama Staff Unit kerjanya mulai mencoba menerapkan hal - hal yang telah ditulis. Setiap kekurangan atau hambatan yang dijumpai harus di catat sebagai masukan untuk penyempurnaan Sistem.
  • Mengumpulkan semua Catatan k3 dan Rekaman tercatat yang merupakan bukti pelaksanaan hal - hal yang telah ditulis. Rentang waktu untuk menerapkan Sistem ini sebaiknya tidak kurang dari tiga bulan sehingga cukup memadai untuk menilai efektif tidaknya sistem yang telah dikembangkan tadi. Tiga bulan ini sudah termasuk waktu yang digunakan untuk menyempurnakan Sistem dan memodifikasi dokuen.

Dalam Praktek pelaksanaanya maka kelmpok kerja tidak harus  menunggu seluruh dokumen selesai. Begitu satu dokumen selesai dan sudah mencakup salah satu elemen Standar maka penerapan sudah dapat dimulai dikerjakan. Sementara proses penerapan sistem berlangsung, kelompok kerja dapat tetap melakukan pertemuan berkala untuk memantau kelancaran proses penerapa sistem ini.

Apabila langkah - langkah yang terdahulu telah dapat dijalankan dengan baik, maka proses penerapan Sistem ini relati lebih mudah dilaksanakan .
Penerapan sistem ini harus dilaksanakan sedikitnya  tiga bulan sebelum pelaksanaan audit internal. Waktu tiga bulan ini diperlukan untuk mengumpulkan bukti- bukti (dalam bentuk rekaman tercatat) scara memadai dan untuk melaksanakan penyempurnaan sistem serta modifikasi dokumen.


Langkah 10. Proses Sertifikasi

Ada sejumlah lembaga sertifikai Sistem Manajemen K3. Misalnya Sucofindo melakukan Sertifikasi terhadap Permenaker 05/Men/1996. Namun untuk OHSAS 18001:2017 Organisasi bebas  menentukan lembaga Sertifikasi manapun yang diinginkan. Untuk Organiasi disarankan memilih Lembaga Sertifikasi OHSAS yang paling tepat.



Sumber:

 SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA/Rudi Suardi, 



Continue reading →

Monday, April 23, 2018

Langkah - Langkah Penerapan Sistem Manajemen K3 - Part IX
Unknown

Langkah - Langkah Penerapan Sistem Manajemen K3 - Part IX


Membagikan Bahan Bacaan 

Jika Pelatihan  Awareness hanya dilakukan sekali saja, namun bahan bacaan berupa buku atau selebaran dapat dibaca karyawan secara berulang - ulang. Untuk itu perlu dicari buku - buku yang baik dalam arti ringkas sebagai tambahan dan bersifat memberikan pemahaman yang terarah, sehingga setiap karyawan akan senang untuk membacanya.

Apabila memugkinkan buatlah selebaran atau buletin yang bisa diedarkan berkala selama masa penerapan berlangsung. Lebih baik lagi jika selebaran tersebut ditujukan kepada perorangan dengan menulis nama mereka satu persatu, agar setiap orang merasa diriya dianggap berpera dalam kegiatan ini.

Dengan semakin banyak informasi yang diberikan kepada karyawan tentunya itu akan lebih baik biasanya masalah akan muncul karena kurangnya informasi. Informasi ini penting sekali karena pada saat dilakukan Assessment, Auditr tidak hanya bertanya pada manajemen saja, tetapi juga kepada semua orang. Untuk itu sebaiknya setiap orang benara - benar paham  dan tahu hubungan Standar Sistem Manajemen K3 ini dengan pekerjaan sehari hari.


Langkah 6. Peninjauan Sistem


kelompok kerja penerapan yang telah dibentuk kemudian mulai  bekerja untuk meninjau sistem yang sedang berlangsung dan kemudian dibandingkan  dengan persyarata yang ada dalam Sistem Manajemen K3. peninjauan ini dapat dilakukan melalui dua cara yaitu dengan meninjau dokumen prosedur dan meninjau pelaksanaanya.


Tinjauan sistem ini akan melaksanakan beberapa hal, diantaranya:


Langkah 7. Penyusunan JAdwal Kegiatan

Setelah melakukan peninjauan Sistem dalam kelompok kerja dapat menyusun suatu jadwal kegiatan. Jadwal kegiatan dapat disusun dengan mempertimbangkan hal -  hal berikut:

a. Ruang Lingkup Pekerjaan

Dari hasil tinjauan Sistem akan menunjukan beberapa banyak yang harus disiapkan dan beberapa lama setiap prosedur itu akan diperiksa, disempurnakan, disetujui dan diaudit. Semakin panjang daftar prosedur yang harus di siapkan, semakin lama waktu penerapan yang diperlukan.

b. Kemampuan Wakil Manajemen dan Kelompok Kerja Penerapan

Kemampuan disini dalam hal membagi dan menyediakan waktu. Seperti diketahui bahwa tugas penerapan bukanlah satu-satunya pekerjaan para anggota kelomok kerja dan manajemen representatif. Mereka masih mempunyai tugas dan tanggung jawab lain diluar penerapan Standar Sistem Manajemen K3 yang kadang-kadang juga sama pentingnya dengan penerapan Standar ini. Hal ini karena menyangut kelangsungan usaha perusahaan seperti pencapaian sasaran penjualan, memenuhi jadwal dan target produksi,


c. Keberadaan Proyek

Khusus bagi perusahaan yang kegiatannya berdasarkan proyek (misalnya Kontraktor dan pengembang), maka ketika menyusun jadwal kedatangan asesor badan sertifikasi, pastikan bahwa pada saat asesor datang ada proyek yang sedang dikerjakan.



Sumber:

 SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA/Rudi Suardi, 



Continue reading →
Langkah - Langkah Penerapan Sistem Manajemen K3 -Part VIII
Unknown

Langkah - Langkah Penerapan Sistem Manajemen K3 -Part VIII

Pelatihan Awareness Sistem Manajemen K3


Pelatihan Singkat mengenai apa itu Sistem Manajemen K3 perlu dilakukan guna memberikan dan menyamakan persepsi dan menghindari kesimpangsiuran informasi yang dapat memberikan kesan keliru dan menyesatkan.

Peserta pPelatihan adalah seluruh karyawan yang dikumpulkan di suatu tempat dan kemudian pembicara diundang untuk menjelaskan Sistem Manajemen K3 secara ringkas dan dalam bahasa yang sederhana. Sehingga mampu menggugah semangat keryawan untuk menerapkan standar Sistem Manajemen K3. Kegiatan Awareness ini bila mungkin dapat dilakukan secara bersamaan dengan seluruh karyawan dan disampaikan secara singkat dan tidak terlalu lama.

Dalam Awareness ini dapat disampaikan maeri tentang,

  • Latar Belakang dan Jenis Sistem Manajemen K3 yang sesuai dengan Organisasi
  • Alasan mengapa Standar Sistem Manajemen k3 ini penting bagi perusahaan dan manfaaatnya
  • Perihal Elemen, Dokumentasi dan Sertifikasi secara singkat
  • Bagaimana penerapannya dan peran setiap orang dalam penerapan tersebut
  • Diadakan tanya jawab


Sumber:

 SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA/Rudi Suardi, 
Continue reading →

Thursday, April 19, 2018

Langkah - Langkah Penerapan Sistem Manajemen K3 -Part VII
Unknown

Langkah - Langkah Penerapan Sistem Manajemen K3 -Part VII


Langkah 5. Kegiatan Penyuluhan

Penerapan Sistem Manajemen K3 adalah kegiatan dari dan untuk kebutuhan Personel Perusahaan,, Oleh karena itu perlu dibangun rasa adanya keikutsertaan dari seluruh karyawan dalam perusahaan melalui program penyuluhan.

Kegiatan Penyulusan ini harus diarahkan untuk mencapai tujuan, antara lain:

  • Menyamanakan Persepsi dan Motivasi terhadap pentingnya penerapan Sistem Manajemen K3 bagi Kinerja Perusahaan
  • Membangun Komitmen menyeluruh mulai dari Direksi, manajer, Staff dan Seluruh Jajaran dalam Perusahaan untuk bekerja bersama sama dalam menerapkan Sistem Standar ini.
Kegiatan Penyuluhan ini dapat dilakukan melalui beberapa cara, misalnya dengan pernyataan komitmen manajemen, melalui ceramah, surat edaran, atau pembagian buku buku terkait dengan Sistem Manajemen K3.

Pernyataan komitmen Manajemen
Dalam kegiatan ini, manajemen mengumpulkan sleuruh karyawan dalam acara khusus. Kemudian manajemen menyampaikan sambutan yang isinya antara lain:

  • Pentingnya jaminan keselamatan dan kesehatan kerja bagi kelangsungan dan kemajuan perusahaan
  • Bahwa Sistem Manajemen K3 sudah banyak diterapkan di berbagai Negara dan sudah menjadi kewajiban bagi Perusahaan Perusahaan di Inonesia
  • Bahwa Manajemen telah memutuskan untuk menerapkan Sistem Manajemen k3 di Perusahaan
  • Bahwa Manajemen mengharapkan keikutsertaan dan komitmen setiap orang dalam perusahaan sesuai dengan tugas dan jabatan masing masing
  • Bahwa Manajemen akan segera membentuk Tim Kerja yang dipilih dari Setiap Bidang didalam perusahaan
Perlu juga dijelaskan oleh Manajemen puncak tentang batas waktu kapan Sertifikasi Sistem Manajemen K3 harus di raih, misalnya pada waktu ulang tahun perusahaan yang akan datang. Tentu saja pernyataan seperti ni harus mempertimbangkan Konsekuensi bahwa Sertifikat diharapkan dapat diperoleh dalam batas waktu tersebut. Hal ini penting karena menyangkut kredibilitas manajemen dan kelompok kerja,


Sumber:

 SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA/Rudi Suardi, 
Continue reading →

Wednesday, April 18, 2018

Langkah - Langkah Penerapan Sistem Manajemen K3 -Part VI
Unknown

Langkah - Langkah Penerapan Sistem Manajemen K3 -Part VI


Langkah 4. Menetapkan Sumber Daya Yang Diperlukan.


Sumber daya disini mencakup orang[ersonel, perlengkapan, waktu dan dana. Orang yang dimaksud adalah beberapa orang yang diangkat secara resmi diluar tugas tugsa pokoknya dan terlibat penuh dalam proses penerapan.

Perlengkapan adalah perlunya mempersiapkan kemungkinan ruangan tambahan untuk menyimpan dokumen atau komputer tambahan untk mengolah dan menyimpan data. Tidak kalah pentingnya adalah Waktu. Waktu yang diperlukan tidaklah sedikit terutama bagi orang yang terlibat dalam penerapan, mulai mengikuti rapat, pelatihan, mempelajari bahan - bahan pustaka,, menulis dokumen mutu sampai menghadapi kegiatan audit dan Assessment.

Penerapan Sistem Manajemen k3 bukanlah sekedar kegiatan yang dapat berlangsung dalam satu atau dua bulan saja. Untuk itu selama kurang lebih satu tahn perusahaan harus siap mengahdapi ganggguan arus kas karen awaktu yang seharusnya dikonsentrasikan untuk produksi ataua beroperasi banyak terserap ke proses penerapan ini. Keadaan ini seperti sebetulnya dapat dihindari dengan perencanaan ddan pengelolaaan yang baik.

Sementara dana yang diperlukan adalah untuk membayar Konsultan , lembaga sertifikasi, dan biaya untuk pelatihan karyawan di luar perusahaan,

Disamping itu juga perlu dlihat apakah untuk peerapan Sistem Manajemen K3 ini perusahaan harus menyediakan peralatan khusus selama ini belum dimiliki. Sebagai cotoh adalah perusahaan kompresor yang mnegalami kebisingan diatas rata - rata., karena sesuai dengan peryaratan Sistem Manajemen k3 yang mengharuskan adanya pengendalian Risiko dan bahaya yang ditimbulkan,, perusahaan tentu harus menyediakan peralatan yang dapat  menghilangkan / mengurangi tingkat kebisingan tersebut. ALat untuk mengukur tingkat kebisingan yang terjadi juga harus disediakan,, dan alat ni harus dikalibrasi. Oleh karena itu besarnya dana yang dikeluarkan untuk peralatan ini tergantung pada masing - masing perusahaan.



Sumber:

 SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA/Rudi Suardi, 

Continue reading →

Tuesday, April 10, 2018

Langkah - Langkah Penerapan Sistem Manajemen K3 - Part V
Unknown

Langkah - Langkah Penerapan Sistem Manajemen K3 - Part V


Jumlah Anggota kelompok Kerja


Mengenai jumlah anggota kelompok kerja dapat bervariasi tergantung dengan besar kecilnya lingkup penerapan - bisanya jumlah anggota kelompok kerja sekitar delapan orang. Yang pastijumlah anggota kelompok kerja ini  harus dapat mencakup semua elemen sebagaimana diisyaratkan dalam Sistem Manajemen K3.

Pada dasarnya setiap anggota kelompok kerja dapat merangkap dalam beberapa working group, dan working group itu sendiri dapat saja hanya terdiri dari satu ataudua orang.

Kelompok kerja akan diketahui dan dikoordinir oleh seorang ketua kelompok kerja, biasanya dirangkap oleh manajemen representatif yang telah ditunjuk oleh manajemen puncak. Disampping itu untuk mengawasi dan mengarahkan kelompok kerja maka sebaiknya dibentuk suatu Panitia Pengarah (Steering Commitee), yang biasanya terdiri dari para anggota manajemen. Adapun tugas panitia ini adalah memberikan arahan, menetapkan kebijakan, sasaran dan lain - lain yang menyangkut kepentingan organsiasi secara keseluruhan. Selama penerapan ini maka kelompok kerja penerapan akan bertanggung jawab dan melapor kepada panitia Panitia Pengarah. 


Kelompok Kerja Penunjang

Jika diperlukan,perusahaan yangberskala besar ada yang membentuk kelompok kerja penunjang dengan tugas membantu kelancaran kerja kelompok kerja penerapan, khususnya untuk pekerjaan yang bersifat teknis administratif. Misalnya mengumpulkan catatan - catatan K3 dan fungsi administratif yang lain seperti pengetikan, penggandaan dan lain - lain.




Sumber:

 SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA/Rudi Suardi, 


Continue reading →

Monday, April 9, 2018

Langkah - Langkah Penerapan Sistem Manajemen K3 -Part IV
Unknown

Langkah - Langkah Penerapan Sistem Manajemen K3 -Part IV


Tanggung jawab dan Tugas Anggota Kelompok Kerja 

Tanggung Jawab dan tugas - tugas yang harus dilakukan oleh anggota kelompok kerja adalah :

  • Mengikuti pelatihan lengkap tentang Standar Sistem Manajemen k3.
  • Melatih Staff dalam unit kerjanya sesuai kebtuhan
  • Melakukan latihan terhadapnya sistem yang berlangsung dibandingkan dengan Sistem Standar Sistem Manajemen K3.
  • Melakukan tinjauan terhadap sistem yang berlangsung dibandingkan dengan Sistem Standar Sistem Manajemen K3
  • Membuat bagan alir yang menjelaskan tentang keterlibatan unit kerjanya dengan elemen yang ada dalam standar Sistem Manajemen K3
  • Bertanggung jawab untuk mengembangkan Sistem sesuai dengan elemen yang terkait dalam Unit kerjanya. Sebagai contoh, anggota kelompok kerja wakil dalam unit kerjanya. Sebagai contoh, anggota kelmpk kerja wakil dari divisi sumber daya manusia bertanggung jawab untuk pelatihan dan seterusnya
  • Bertanggung jawab untuk mempersiapkan penulisan dokumen - dokumen sebagaimana diperysratkan dalam Standar Sistem Manajemen k3 termasuk mempersiapkan penulisan panduan mutu, prosedur, instruksi kerja dan formulir - formulir.
  • Melakukan apa yang telah ditulis dalam dokumen baik di unit kerjanya sendiri 
  • Ikut serta sebagai anggota tim Audit Internal
  • Bertanggungjawab untuk mempromosikan standar Sistem Manajemen K3 secara terus menerus baik di Unit kerjanya sendiri maupun di unit kerja lain secara konsisten serta bersama - sama memelihara penerapan sistemnya.

Kualifikasi Anggota Kelompok Kerja

Dalam menunjuk anggota kelompok kerja esebenarnya tidak ada ketentuan kualifikasi yang baku. Namun demikian untuk memudahkan dalam pemilihan angggota kelompok kerja, manajemen mempertimbangkan personel yang:



  • Memiliki taraf kecerdasan yang cukup sehingga mampu berfikir secara Konseptual dan berimajinasi
  • Rajin dan suka bekerja keras
  • Senang belajar termasuk suka membaca buku - buku tentang Standar Sistem Manajemen K3
  • Mampu membuat bagan alir dan menulis
  • isiplin dan tepat waktu
  • Berpengalaman kerja cukup di Unit kerjanya sehingga menguasai dari segi Operasionalnya
  • Mampu berkomunikasi dengan efektif dalam prestasi dan pelatihan
  • Mempunyai waktu cukup dalam membantu melaksanakan proyek penerapan standar Sistem Manajemen k3 diluar tugsa - tugas utamanya.



Sumber:

 SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA/Rudi Suardi, 
Continue reading →

Friday, April 6, 2018

Langkah - Langkah Penerapan Sistem Manajemen K3 - Part III
Unknown

Langkah - Langkah Penerapan Sistem Manajemen K3 - Part III


Langkah 3 : Membentuk Kelompok Kerja Penerapan


Jika Perusahaan akan mebentuk kelompok kerja sebaiknya anggota kelompok kerja tersebut terdiri atas seorang wakil dari setiap unit kerja, biasanya manajer unit kerja. hal ini penting karena merekalah yang tentunya paling bertanggung jawab terhadap unit kerja yang bersangkutan.


Peran Anggota Kelompok Kerja

dalam  proses penerapan ini maka peran anggota kelompok kerja adalah ;
  • menjadi agen perubahan sekaligus fasilitator dalam unit kerjanya. Merekalah yang pertama tam amenerapkan Sistem Manajemen K3 ini di unit - unit kerjanya termasuk merombak cara dan kebiasaan lama yang tidak menunjang penerapan sistem ini.
  • Menjaga konsistensi dari Penerapan Sistem Manajemen K3, baik melalui tinjauan segai hari maupun berkala
  • Menjadi penghubung antara Manajemen dan Unit kerjanya

bersambung........

Sumber:

 SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA/Rudi Suardi, 
Continue reading →

Tuesday, April 3, 2018

Langkah - Langkah Penerapan Sistem Manajemen K3 - Part II
Unknown

Langkah - Langkah Penerapan Sistem Manajemen K3 - Part II

Langkah 1 Menyatkan Komitmen


Pernyaataan komitmen dan penetapan kebijakan untuk menerapkan sebuah Sistem Manajemen K3 dalam organisasi/manajemen harus dilakukan oleh manajemen puncak. Penerapan Sistem Manajemen K3 tidak akan berjalan tanpa adanya komitmen terhadap sistem manajemen tersebut. Manajemen harus benar - benar menyadari bahwa merekalah yang paling bertanggung jawab terhadap terhadap keberhasilan atau kegagalan penerapan Sistem Manajemen K3.

Komitmen manajemen puncak harus  dinyatakan bukan hanya dalam kata kata tetapi juga harus dengan tindakan nyata agar dapat diketahui, dipelajari, dihayati dan dilaksanakan oleh seluruh staff dan karyawan perusahaan. Seluruh Staff dan Karyawan perusahaan harus mengetahui bahwa tanggung jawab dalam penerapan Sistem Manajemen K3 saja, tetapi merupakan tangguang jawab seluruh personel dalam perusahaan mulai dari manajemen puncak sampai karyawan terendah.

karena itu ada baiknya bila secara khusus manajemen membuat cara untuk mengkomunikasikan komitmennya ke seluruh jajaran dalam perusahaannya. untuk itu perlu dicari waktu yang tepat guna menyampaikan komitmen manajemen penerapan Sistem Manajemen K3.

Langkah 2. Menetapkan Cara Penerapan

Perusahaan dapat menggunakan jasa konsultan untuk menerapkan Sistem Manajemen K3, berdasarkan pertimbangkan berikut:

  • Konsultan yang baik tentu memiliki Pengalaman yang banyak dan bervariasi sehingga dapat menjadi agen pengalihan pengetahuan secara efektif, sehingga dapat memberikan Rekomendasi yang tepat dalam proses penerapan Sistem Manajemen K3
  • Konsultan yang independen memungkinkan konsultan tersebut secara bebas dapat memberikan umpan balik kepada manajemen secara objektif tanpa terpengaruh oleh persaingan antar kelompok didalam organisasi/perusahaan.
  • Konsultan jelas memiliki waktu yang cukup. berbeda dengan tenaga perusahaan yang meskipun mempunyai keahlian dalam Sistem Manajemen K3 namun karena desakan tugas tugas lain di perusahaan aibatnya tidak punya cukup waktu.
Sebenarnya perusahaan/Organisasi dapat menerapkan Sistem Manajemen k3 tanpa menggunakan Jasa Konsultan, jika Organisasi yang bersangkutan memiliki Personel yang cukup mamp untuk mengorganisasikan dan mengarahkan orang. Selain itu organisasi tentunya sudah memhami dan berpengalaman dalam menerapkan standar Sistem Manajemen K3 ini dan mempunyai waktu yang cukup.

Beberpa hal yang perlu diperhatikan  untuk menggunakan jasa Konsultan:

  • Pastikan bahwa Konsultan yang dipilih adalah Konsultan yang betul - betul Kmpeten di bidang Standar Sistem Manajemen K3, bukan konsultan dokumen manajemen K3 biasa yang lebih memusatkan dirinya pada pembuatan dokumen saja.
  • Teliti mengenai reputasi dari Konsultan tersebut. Apakah mereka selalu menepati janji yang mereka berikan, mampu bekerja sama, dan yang tidak kalah penting adalah Motivasi tim perusahaan. Kita dapat meminta  informasi secara khusus terang kepada calon Konsultan untuk memberikan identitas Klien kita.
  • Pastikan lebih dulu siaa yang akan diterjunkan sebagai konsultan dalam proyek ini. Hal ini penting sekali karena itulah orang yang berkunjung ke prusahaan dan akan menentukan keberhasilan. Jadi bukan nama besar Perusahaan Konsultan yang mereka ajukan dan perusahaan boleh  bebas menilainya. 
  • teliti apakah Konsultan tersebut telah berpengalaman membantu Perusahaan sejenis sampai mendapat Sertifikat. Meskipun hal ini bukan menjadi patokan mutlak akan tetapi  menangani usaha sejenis akan lebih mempermudah konsultan tersebut dalam memahami proses organisasi tersebut.
  • Pastikan ketersediaan waktu dari konsultan terkait dengan kesibukannya menangani klien yang lain. Biasanya konsultan tidak akan berkunjung setiap hari melainkan 3 - 4 hari selama sebulan. Maka pastikan jumlah hari kunjungan konsultan tersebut sebelum memulai kontrak kerja sama.



Sumber:

 SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA/Rudi Suardi, 
Continue reading →
close