![]() |
| Kebututuhan K3 |
Keselamatan pada dasarnya adalah sebuah kebutuhan setiap manusia dan menjadi naluri dari setiap makhluk hidup. Sejak manusia bermukim di muka bumi, secara tidak sadar mereka telah mengenal aspek keselamatan untuk mengantisipasi berbagai bahaya di sekitar lingkungan hidupya. Pada masa itu, tantangan bahaya yang dihadapi lebih bersifat natural seperti kondisi alam, cuaca, binatang buas dan bahaya dari lingkungan hidup lainnya.
Manusia berusaha mempertahankan hidup di tengah berbagai bahaya dengan bermacam cara. Mereka hidup didalam gua atau pohon untuk menghindari binatang buas dan alam yang ganas. Mereka juga mulai menggunakan pelindung badan dari kulit dan daun - daunan untuk melindungi diri dan cuaca yang buruk. Mereka menciptakan alas kaki untuk mencegah kecelakaan akibat batu atau otak duri.
Sejalan dengan perkembangan peradaban manusia , tantangan dan potensi bahay yang dihadapi semakin banyak dan beragam termasuk bahaya yang timbul akibat buatan manusia itu sendiri ( man madee hazards). Dalam abad modern ini, tanpa disadari manusia hidup di tengah atau bersama bahaya, Lihatlah disekitar kita, bahaya terdapat dimana - mana. Dijalan raya, di rumah, di tempat kerja, di tempat umum, di tengah pemukiman bahkan di tempat bermain.
Berbagai alat dan teknologi buatan manusia disamping bermanfaat juga dapat menimbulkan bencana atau kecelakaan. kendaraan seperti mobil, sepeda motor sangat bermanfaat untuk mendukung mobilitas manusia, namun dilain pihak juga membawa bencana. Setiap tahun jutaan manusia menjadi korban kecelakaan lalu lintas.
Info Trainig OHSAS, SMK 3
KLIK DISINI
Hal serupa juga terjadi di tempat kerja. Penggunaan mesin, alat kerja, material dan proses produksi telah menjadi sumber bahaya yang dapat mencelakakan. Karena itu, di abad modern ini, aspek keselamatan telah menjadi tuntutan dan kebutuhan umum.
Walalupun keselamatan telah menjadi kebutuhan, namun dalam kenyataannya manusia masih mengabaikan keselamatan. Mengapa hal ini terjadi ? Ternyata keselamatan berhubungan erat dengan tingkat kesejahteraan dan kebutuhan hidup manusia.
Menurut Abraham Maslow manusia mempunyai kebutuhan yang membentuk tingkatan - tingkatan atau disebbut hirarki dari yan paling penting hinga yang tidak peting dan dari yang mudah hinga yang sulit untuk dicapai.
Lima Kebutuhan dasar Maslow disusun berdasarkan kebutuhan yang paling penting hingga yang tidak terlalu Krusial.
Dimulai dengan kebutuhan yang sangat mendasar yaitu kebutuhan fisik seperti rasa lapar, haus, sandang dan papan selanjutnya jika kebutuhan fisik telah terpenuhi, barulah kebutuhan manusia meningkat untuk pemenuhan rasa aman (sekuriti) termasuk didalamnya kebutuhan keselamatan.
Jika kebutuhan fisik belum terpenuhi, manusia belum membutuhkan atau memikirkan keselamatan. Jika kebutuhan keselamatan telah terpenuhi, manusia meningkatkan kebutuhannya yaitu kenutuhan sosial (sosial need), misalnya memiliki teman, memiliki keluara, kebutuhan cinta lawan jenism, dan sain ain. Selanjutnya baru meningkat ke kebutuhan penghargaan dan ego diri (ego need) seperti penghargaan, rasa dihargai dan pernyataan diri. Tingkat tertinggi adalah kebutuhan aktualisasi diri (ego need), adalah kebutuhan dan leinginan untuk bertindak sesuak hati sesuai dengan bakat dan minatnya.
Dinegara - negara maju dengan tingkat kesejahteraan tinggi. Keselamatan telah menjadi Kebutuhan dan menjadi persyaratan dalam segla aspek kehidupan. Aspek K3 berkembang luas meliputi berbagai bidang seperti keselamatan mainan (toy safety), keselamatan di rumah (home safety), keselamatan di tempat umum(public safety), keselamatan di jalan raya (road safety), keselamatan bahan kimia (chemcal safety), keselamatan di sekolah (school safety), keselamatan di tempat kerja (ocupational safety) danlainnya.
Keselamatan telah menjadi salah satu hak asasi manusia yang harus dilindungi pemerintah dan dihargai oleh anggota masyarakat lainnya. faktor inilah yang mendorong masyarakat Eropa kritis terhadap keselamatan penerbangan sehingga timbul larangan terbang maskapai Indonesia karena Standar keselamatan dinilai kurang memadai. hal serupa juga terjadi pada produk mainan dan makanan yang ditolak masuk ke beberapa negara.
Untuk menghindarkan larangan tersebut mau tidak mau setiap negara harus meingkatkan Stanar keselamatan antara lain melalui Penerapan Standar K3 yang diakui secara Global seperti OHSAS 18001 atau ISO 22000 untuk keselamatan makanan (Food Safety Management System)
Sumber :
Buku :
Sistem Manajemen Keselamatan dan KesehatanKerja OHSAS 18001 (2010)
Penulis:
Soehatman Ramli




0 comments: